analisis
Tips Belajar

Seluk-Beluk Teknik Analisis Data, Bukan Hanya Untuk Peneliti Loh!

Tonton Sekarang

Bagi kamu yang berminat untuk menjadi peneliti, ada baiknya mempelajari tentang teknik analisis data. Skill yang satu ini bahkan akan berguna jika kamu ingin jadi jurnalis, pegawai swasta, bahkan pebisnis. Yuk, kita bahas!

Teknik analisis data adalah proses perubahan inspeksi, pembersihan, dan pemodelan data menjadi informasi yang mudah terbaca dan berguna dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Ada tiga tahap analisis data yaitu mengolah data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. 

Mengolah Data

Tahap pertama adalah mengolah data. Ketika data-data sudah terkumpul, bisa melakukan pengolahan data. Tahap ini berfungsi agar kamu bisa “menggiring” data yang tersedia agar sesuai dengan penelitian masalah. Langkah-langkah dalam pengolahan data seperti ini: 

1. Menyunting Data (Editing)

Dalam tahap ini, kamu bisa memeriksa dan mengecek data-data yang tersedia. Apakah sudah sesuai dengan masalah yang ingin kamu teliti? Kamu bisa membuang data-data yang gak perlu, sebagai awal permulaan untuk menggiring data agar sesuai dengan penelitian masalah.

2. Pengkodean (Coding)

Jangan ketukar ya, definisi “coding” di sini bukan menulis kode untuk membuat program komputer. Dalam mengolah data, coding adalah menandai data dengan simbol atau tanda tertentu untuk memudahkan kamu memisahkan kategori-kategori data.

3. Tabulasi (Tabulating)

Dalam tahap tabulasi, kamu sebagai peneliti menyusun data dan menyajikan data-data dengan cara memasukkan data ke dalam tabel. Tujuannya supaya lebih mudah memahami data.

Analisis Data

Tahap kedua adalah menganalisis data. Setelah mengolah data-data dan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami, kamu sudah bisa mulai melakukan analisis data. Tujuan analisis data adalah menyederhanakan dan memudahkan data tersebut untuk kemudian bisa menafsirkan atau mearik kesimpulan oleh si peneliti.

  • Menarik Kesimpulan

Setelah menganalisis data, kamu bisa membuat penafsiran dan menarik kesimpulan atas hasil penelitianmu. Tujuannya agar pembaca bisa memahami hasil penelitian dengan mudah. Saat menarik kesimpulan, kamu menyesuaikan antara hipotesis atau dugaan awal pada penelitian dengan hasil penelitian yang kamu temukan setelah mengolah data. 

Pada langkah menganalisis data, kamu akan menemukan bahwa ada dua macam data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif adalah data yang membahas konsep suatu permasalahan dan tidak disertai data berupa angka. Misalnya, data-data rekaman suara/video, catatan, wawancara, partisipasi narasumber, serta tinjauan pustaka. 

Sementara, data kuantitatif adalah data berupa angka yang dapat dihitung dengan berbagai rumus-rumus statistik. Contohnya, angket, kuesioner, data survei, peringkat, statistik pertandingan olahraga, Pemilu, dan sebagainya. 

Nah, kedua tipe data ini menjadi dasar dari dua teknik yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif.

Teknik Analisis Data Kuantitatif

Umumnya, teknik analisis data kuantitatif menghasilkan penelitian yang lebih objektif daripada teknik analisis data kualitatif, karena sifat alami data kuantitatif itu sendiri yang tidak banyak memberi peluang bagi fleksibilitas dan masukan imajinatif. Namun, pembahasan dari teknik analisis data kuantitatif umumnya tidak mendalam, hanya pada permukaan saja.

Untuk menganalisis data kuantitatif, ada dua teknik yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Yuk, kita langsung bahas saja.

1. Analisis Statistika Deskriptif

Statistika deskriptif merupakan metode yang mengumpulkan dan menyajikan suatu gugus data dengan mendeskripsikan data-data yang ditemukan secara apa adanya. Kumpulan data dan informasi di dalamnya tersaji rapi. Namun, tidak ada kesimpulan apapun yang menyertai hasil analisis statistika deskriptif. 

Informasi yang bisa didapat dari penelitian dengan teknik statistika deskriptif adalah ukuran pemusatan data, penyebaran data, dan kecenderungan data. Contohnya, tabel, diagram, grafik, dan sejenisnya. 

2. Analisis Statistika Inferensial

Statistika Inferensial merupakan metode yang menganalisis sebagian data (sampel data) untuk kemudian peneliti bisa menarik kesimpulan dari keseluruhan populasi. 

Tantangannya adalah sejauh mana data-data penelitian bisa mewakili seluruh populasi, memungkinkan terjadi kesalahan dalam pengambilan kesimpulan. Untuk mengatasinya, kamu harus memahami teori peluang jika ingin melakukan analisis statistika inferensial.

Dalam statistika inferensial, peneliti melakukan tahapan berupa pendugaan parameter, membuat hipotesis, serta melakukan pengujian hipotesis tersebut sehingga sampai pada kesimpulan.

Topik pemasaran dan perilaku konsumen dalam dunia bisnis bisa jadi salah satu contoh teknik analisis data kuantitatif. Sebab, bisnis tak lekang dari perputaran data yang berbentuk angka, seperti data penjualan, data profit dan kerugian, dan sebagainya. Contohnya seperti kisah di bawah ini.

Ada sebuah perusahaan bernama PT Layar Sejahtera. Mereka bergerak di bidang produksi dan penjualan produk layar untuk kebutuhan proyektor. Akhir-akhir ini, banyak order yang dikembalikan. Ternyata, penyebabnya adalah konsumen tidak puas dengan kualitas produk.

Gimana cara PT Layar Sejahtera mengukur tingkat kepuasan konsumen? Mereka bisa melakukannya dengan teknik analisis data kuantitatif deskriptif, metode mengumpulkan dan menyajikan suatu gugus data dengan mendeskripsikan data-data yang ditemukan secara apa adanya. 

Informasi yang bisa didapat dari penelitian dengan teknik statistika deskriptif adalah ukuran pemusatan data, penyebaran data, dan kecenderungan data. Contohnya, tabel, diagram, grafik, dan sejenisnya. Ini cocok dengan masalah yang ingin dijawab PT Layar Sejahtera, yaitu tingkat kepuasan konsumen.

PT Layar Sejahtera melakukan kuesioner pada pelanggan mereka. Isinya berbagai pertanyaan terkait tingkat kepuasan. Jawabannya berupa pilihan ganda, dari tingkat “sangat tidak puas”, “tidak puas”, “cukup puas”, “puas”, hingga “sangat puas”. Dari hasilnya kelak, PT Layar Sejahtera bisa menarik kesimpulan dengan mudah.

Teknik Analisis Data Kualitatif

Ada beberapa teknik yang dapat mendukung kamu melakukan analisis data kualitatif. Inilah tiga teknik tersebut.

1. Analisis Konten (Content Analysis)

Pada teknik analisis konten, pengamat mendapat data melalui alat rekaman, entah itu rekaman suara, gambar, atau gambar bergerak (video). Nah, rekaman tersebut diubah menjadi materi berupa teks dengan cara ditranskrip untuk kemudian dianalisis. Misalnya, kita mewawancarai seorang narasumber, merekam dengan video, lalu apa yang disampaikan oleh narasumber serta bahasa tubuhnya kita jadikan teks.

2. Analisis Wacana

Teknik ini bertujuan supaya kita bisa menganalisis komunikasi dan wacana-wacana dalam suatu konteks sosial. Dalam teknik ini, bidang yang dibahas adalah pidato, tulisan, bahasa, percakapan, dan sebagainya. Analisis wacana mengkaji bidang tersebut, serta cara penyampaian pesan yang terkandung di dalamnya. Misalnya, kita menganalisis pidato Presiden RI dan bagaimana beliau menyampaikan pesan dalam pidatonya.

3. Analisis Naratif

Teknik analisis naratif bertujuan untuk meneliti suatu kumpulan peristiwa yang terjadi. Lalu, mendeskripsikan peristiwa tersebut ke dalam teks, lalu disajikan dalam bentuk narasi atau cerita. Misalnya, berita yang membahas jalannya sebuah pertandingan sepakbola.

Contoh penerapan teknik analisis data kualitatif adalah kisah berikut. Andre adalah seorang jurnalis yang bekerja di sebuah media online bernama Berita Garut. Suatu hari, ia tergelitik dengan pertanyaan seorang sahabatnya yang berasal dari luar Garut. 

Temannya bertanya, “Bosku, kok domba Garut bisa terkenal banget di Indonesia? Apa sih yang bikin domba Garut bisa istimewa?”

Untuk menjawab pertanyaan itu, serta sekalian bikin konten untuk media tempat ia bekerja, Andre melakukan penelitian dengan teknik analisis data kuantitatif.

Andre menyiapkan hipotesis mengapa domba Garut bisa terkenal di seantero Indonesia. Lalu, Andre menyusun daftar peternakan besar di Garut yang menyediakan produk berasal dari domba. Setelah itu, ia menyusun pertanyaan untuk mewawancarai para peternak, pemilik peternakan, distributor domba, dan konsumen domba.

Untuk mengeksekusi pertanyaan tersebut, Andre pergi ke beberapa peternakan domba di Garut dan mewawancarai berbagai narasumber yang ia butuhkan. Wawancara tersebut ia rekam dalam ponselnya. 

Setelah mewawancarai cukup narasumber, Andre melakukan transkrip hasil audio rekaman ke dalam bentuk teks. Dari sana, Andre membuat kesimpulan dan membandingkan data kuantitatif hasil wawancara dengan hipotesis awal yang ia buat.

Lantas, untuk menampilkan hasil penelitiannya ke khalayak umum, Andre menulis sebuah artikel di Berita Garut dengan judul “Inilah 7 Alasan Domba Garut Bisa Spesial dan Mendunia”. 

Seru ya? Kamu tertarik menjadi ahli dalam teknik menganalisa data? Tenang, kamu bisa belajar dan mendalami ilmu seputar data dengan mengikuti kelas Business Data Analytic di goKampus! Bekerja sama dengan universitas terbaik di Singapura, Nanyang Technological University, memberikan peluang untuk kamu mendapatkan sertifikat profesional langsung dari NTU! Penasaran? Cari tahu di link ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *