ramadhan
Tips Belajar

Sejarah Ramadhan, Bulan Penuh Keistimewaan bagi Umat Islam

Ramadhan memang istimewa. Saat bulan penuh berkah ini, umat Islam yang baik dan taat tentu menjalani ibadah puasa. Selagi momennya pas, yuk kita bahas serba-serbi bulan yang suci ini dari sejarah, keistimewaan hingga ciri khas Ramadhan di Indonesia!

Sejarah Ramadhan

Ramadhan berasal dari kata “ramida” dalam bahasa Arab klasik yang berarti “panas menyengat, terbakar”. Sejarah bulan tersebut berasal dari budaya Babilonia yang pernah dominan di Jazirah Arab. Mereka menggunakan kalender Luni-Solar berdasarkan bulan dan matahari sekaligus.

Nah, bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam sistem penanggalan tersebut. Setiap bulan Ramadhan, musim panas di Arab sedang panas-panasnya. Sejak pagi hingga petang, batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malam.

Pada malam hari, panas di bebatuan dan pasir sedikit reda. Namun, karena siang lebih panjang daripada malam, sebelum betul-betul dingin, batu dan pasir sudah berjumpa dengan matahari di pagi hari. Hal ini terjadi secara berulang sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. 

Penanggalan dalam Islam

Ini semua berubah sejak sistem penanggalan Hijriah berlaku. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Khalifah Umar mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu untuk bermusyawarah mengenai kalender Islam. 

Ada yang mengusulkan permulaan tahun Islam berdasarkan milad Rasulullah SAW, sementara ada yang berdasarkan pengangkatan Muhammad SAW menjadi Rasul dan ada juga yang mengusulkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Sang Nabi. 

Pada akhirnya, usul yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Karena peristiwa hijrah menjadi momentum tahun pertama, maka nama sistem penanggalan ini ialah Kalender Hijriah.

Perbedaan Sistem Penanggalan Hijriah dan Babilonia

Sistem penanggalannya pun berbeda daripada sistem penanggalan Babilonia. Jika Babilonia menggunakan matahari dan bulan, sistem penanggalan Hijriah hanya menggunakan bulan saja. Ini membuat tahun Hijriah selalu sekitar 11 hari lebih pendek dari sistem tahun yang berbasis matahari, seperti sistem penanggalan Masehi yang seluruh dunia gunakan.

Jika kamu lihat dari tahun ke tahun, Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri selalu bergeser, kan? Pada tahun 1990, sebagian besar hari pada bulan suci ini terjadi pada April. Kini pada 2022, bulan suci ini kembali terjadi pada April.

Pada 2000, perayaan Idul Fitri jatuh pada 27 Desember, nyaris berbarengan dengan Hari Natal (25 Desember). Tahun 2000 juga istimewa sebab perayaan Idul Fitri 2 kali, yaitu pada 5 Januari dan 27 Desember.

Kesimpulannya, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas di Arab pada zaman pra-Islam. Panasnya bulan yang suci ini kini dipahami secara metaforik. Ketika seseorang berpuasa pada bulan Ramadhan, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Dosa-dosa terhapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana Matahari membakar tanah.

4 Keutamaan Bulan Ramadhan

Bagi Muslim di seluruh dunia, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan. Kok bisa ya, bulan ini menjadi saat-saat istimewa dan penuh keutamaan? Mari kita bahas 4 alasannya!

1. Ramadhan adalah bulan turunnya Alquran

Alquran adalah kitab suci utama dalam agama Islam. Kaum Muslim percaya bahwa kitab ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam bulan yang suci.

2. Setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka ketika Ramadhan tiba

Di bulan Ramadhan, seorang Muslim akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Sebab, Rasulullah pernah bersabda, ”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga terbuka, pintu neraka tertutup, dan setan pun terbelenggu.”

3. Terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan

Pada bulan yang suci ini, ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut adalah lailatul qadar (malam kemuliaan), yaitu salah satu malam dalam 10 hari terakhir di bulan yang suci ini. Itulah saat tepat ketika Allah SWT menurunkan Alquan pada Nabi Muhammad SAW.

4. Bulan Ramadhan adalah salah satu waktu terkabulnya doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila ia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan”.

Kegiatan Ramadhan yang Khas di Indonesia

Kultur tiap negara berbeda-beda. Dalam bulan Ramadhan, umat Islam di Arab dan Indonesia sama-sama berpuasa, tapi ada berbagai ciri khas bulan Ramadhan di Indonesia yang tampaknya gak ada di negara lain. Inilah beberapa di antaranya.

1. Ngabuburit

Ngabuburit adalah sebutan untuk berbagai kegiatan pada sore hari menjelang waktu berbuka. Umumnya, ngabuburit dilakukan oleh anak muda. Sebab, orang dewasa umumnya masih bekerja di jam segitu.

Ada kegiatan ngabuburit yang berfaedah, misalnya membaca Alquran, berburu takjil, hingga menyiapkan menu berbuka. Ada juga kegiatan ngabuburit yang kurang berfaedah seperti nongkrong ramai-ramai di pinggir jalan, atau kegiatan yang malahan menodai Ramadhan, misalnya balap liar.

2. Teriakan “Sahur, sahur!”

Saat bulan Ramadhan, teriakan “Sahur.. Sahur!!” sambil memukul beduk dan keliling kampung menemani kita pada dini hari. Maksudnya untuk membangunkan orang agar mereka gak terlambat sahur. Tradisi ini disebut obrog-obrog.

3. Sahur on the road dan berbagi takjil

Pada dasarnya, Sahur on the Road alias SotR bertujuan mulia. Bulan yang suci ini merupakan saat yang penuh berkah sehingga berbagai kelompok dan komunitas masyarakat berbagi rezeki dengan membagikan nasi bungkus saat sahur kepada mereka yang membutuhkan. 

Pada saat menunggu berbuka, kita juga bisa berbagi takjil gratis di jalanan untuk berbagai orang. Gak perlu makanan berat, karena takjil umumnya cuma sebotol air putih dan beberapa penganan manis seperti roti, kurma, atau dessert lainnya.

4. Bukber

Masyarakat Indonesia memiliki sifat komunal. “Makan gak makan, yang penting ngumpul!”, begitu ungkapan yang sangat Indonesia sekali. Nah, makanya kegiatan buka bersama juga menjadi ciri khas masyarakat kita saat menjalani bulan Ramadhan. Bisa sekalian reuni dengan kawan lama, sahabat, atau keluarga. Intinya sih, untuk mempererat tali silaturahmi.

5. Belanja

Lebaran adalah saat-saat kemenangan bagi Muslim setelah sebulan menjalani ibadah puasa. Nah, persiapannya dilakukan selama bulan Ramadhan, seperti belanja baju baru, bikin atau beli kue khas Lebaran. 

6. Mudik

Bagi kamu yang sedang dalam perantauan, hari raya Lebaran adalah saat yang tepat untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar. Tapi, siap-siap ya, sebab aktivitas lalu lintas akan melonjak tajam. Entah itu kamu naik kendaraan sendiri atau angkutan umum, berhati-hati dan jangan memaksakan diri, sebab kemungkinan besar kamu akan mudik dalam kondisi masih bulan puasa.

7. Takbiran

Pada malam terakhir malam bulan Ramadhan, umat Islam bersiap menjelang Idul Fitri. Takbir akan dikumandangkan di setiap masjid sebagai tanda berakhirnya Ramadhan serta menyambut hari kemenangan.

Baca Juga: Biar Gak Bosan, Sontek 7 Menu Buka Puasa Nikmat dan Bergizi!

Itulah berbagai serba-serbi bulan Ramadhan. Yuk, jalani ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Oh iya, kamu juga bisa mengisi waktu selama bulan puasa dengan ikutan kelas eksklusif dari Nanyang Technological University loh. Agar gak bosan menunggu waktu berbuka puasa, yuk cari kelas yang kamu minati dan ikutan kelasnya dengan klik di sini!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *