budaya
Tips Belajar

Budaya Indonesia, Identitas Nasional yang Harus Dilestarikan

Derasnya arus globalisasi, membuat budaya bangsa Indonesia semakin tergerus loh. Padahal, ini adalah tugas kita semua sebagai generasi muda penerus bangsa untuk melestarikan dan mempertahankan budaya agar tidak punah, atau negara tetangga akan mengklaim. 

Tentu kamu gak mau itu terjadi, kan? Untuk itu, mari kita pahami seluk-beluk budaya daerah yang menjadi identitas nasional.

Kata “budaya” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari “buddhi” (akal), artinya sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa Latin yaitu cultura.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Dari segi antropologi, budaya merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.

Dalam pandangan tokoh antropologis Prof. Dr. Koentjaraningrat, kebudayaan nasional adalah apapun yang khas dan bermutu dari suku apapun di Indonesia, asal bisa menjadi identitas bersama dan menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia. 

Kesimpulannya, budaya Indonesia adalah gabungan dari berbagai budaya daerah di Indonesia yang mencakup rumah adat, upacara adat, tarian, lagu, musik, dan lain-lain. Aneka ragam kebudayaan ini tidak menjadikan kita terbelah-belah, melainkan menjadikan kita sebagai satu bangsa dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu).

Baca Juga: Kuliah di Jurusan Ilmu Sejarah, Asyiknya Menyelami Masa Lalu!

Apa Saja Unsur-Unsurnya?

Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat, ada tujuh unsur yang membentuk kebudayaan, yaitu:

1. Bahasa

Ada gak sih, masyarakat di muka bumi ini yang gak punya bahasa? Bahasa adalah unsur terpenting dalam budaya karena bahasa adalah alat bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan sosial dan berinteraksi dengan sesamanya. Pewarisan budaya manusia secara turun temurun dengan menggunakan bahasa.

2. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan adalah pengetahuan masyarakat tentang alam sekitar, misalnya kondisi alam, flora, fauna, tubuh, sifat, dan tingkah laku manusia, serta ruang dan waktu. Dalam hal ini, pengetahuan manusia digunakan untuk tetap survive

3. Organisasi Sosial

Kehidupan setiap kelompok masyarakat diatur oleh adat istiadat dan aturan, baik tertulis atau tidak tertulis. Dasarnya dari keluarga inti, kekerabatan, hingga negara. Unsur-unsur ini membuat manusia digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial.

4. Teknologi

Teknologi smartphone dan internet yang kamu gunakan adalah bagian dari budaya modern. Tapi mesti kamu ingat bahwa teknologi sudah ada sejak zaman purba, sejak manusia menemukan api, roda, mesin uap, komputer, hingga saat ini. Manusia selalu berusaha survive, makanya kita menemukan teknologi sebagai unsur budaya.

5. Ekonomi

Seperti teknologi, ekonomi juga sudah ada bahkan sejak era berburu dan meramu, saat manusia masih menggunakan sistem barter dan belum menciptakan mata uang. Sekali lagi, semangat untuk selalu berusaha survive adalah alasan ekonomi masuk sebagai salah satu unsur budaya.

6. Sistem Religi

Sejak zaman animisme dan dinamisme puluhan ribu tahun lalu, kehidupan manusia tak lepas dari agama, kepercayaan, dan ritual-ritual adat. Tiga hal itu membentuk sistem religi yang masuk dalam unsur-unsur budaya.

7. Kesenian

Kesenian mencakup  berbagai hal yang diciptakan manusia serta memiliki nilai estetika atau keindahan. Seni merupakan wujud ekspresi manusia terhadap kejadian di sekitarnya. Kesenian sangat erat kaitannya dari budaya, contohnya tarian, lukisan, seni rupa, seni sastra, hingga seni yang cenderung modern seperti fotografi dan film.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kreatif dan Inovatif? Ternyata Ini Bedanya!

Budaya di Indonesia Sangat Beragam

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki keragaman budaya yang luar biasa. Contoh sederhananya saja dari tarian daerah. Coba kamu cek deh, Tari Saman asal Aceh sangat terlihat perbedaannya dengan tari Jaipong dari Jawa Barat, yang juga sangat berbeda dengan tari Kecak asal Bali, dan tari Sajojo asal Papua. 

Jadi, mengapa negeri ini memiliki budaya yang sangat beragam? Inilah beberapa faktor penyebabnya.

1. Asal-usul Beragam

Teorinya sih, ada tiga gelombang kedatangan nenek moyang kita. Gelombang pertama adalah bangsa Melanesoid yang datang ke Papua pada akhir jaman es, sekitar 70 ribu tahun sebelum Masehi. 

Gelombang kedua adalah bangsa Proto Melayu yang datang dari Yunnan, Tiongkok sejak sekitar 3500 tahun lalu. Keturunannya adalah suku Dayak dan Toraja. 

Gelombang ketiga merupakan bangsa Deutero Melayu yang datang pada 2300 tahun lalu. Mereka menjadi nenek moyang orang Jawa, Melayu, dan Bugis.

2. Pengaruh Luar

Selain tiga gelombang kedatangan nenek moyang kita, keragaman budaya kita juga berpengaruh akibat budaya luar yang hadir di Nusantara sejak ratusan tahun silam. 

Misalnya, kerajaan Hindu-Buddha yang berpengaruh dari unsur agama Hindu dan Buddha yang berasal dari India. Banyak sekali unsur India dalam budaya kita sampai sekarang, contohnya kisah wayang yang terinspirasi dari berbagai cerita India.

Lalu, masuknya Islam ke Indonesia turut membawa serta budaya tempat asal agama tersebut, yaitu Arab. Pendatang asal Tiongkok turut berasimilasi dan mengakulturasikannya ke dalam budaya Indonesia. Kedatangan penjajah dari Eropa seperti Belanda, Inggris, Spanyol, dan Portugis juga turut mempengaruhi kebudayaan Indonesia.

Itu semua terjadi karena letak Indonesia yang berada di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia sangat strategis. Kedatangan bangsa asing yang menetap di Indonesia menimbulkan keragaman ras, agama, dan kepercayaan.

3. Negara Kepulauan

Indonesia adalah negara dengan wilayah kepulauan terbesar di dunia. Sepanjang Sabang hingga Merauke, ada 17 ribu pulau yang sudah tercatat! Wah, banyak sekali ya. 

Ribuan pulau menghambat hubungan antar masyarakat, jadi masyarakat tiap pulau mengembangkan budaya masing-masing. Pulau-pulau ini juga memiliki kondisi dan kekayaan alam yang berbeda-beda. Faktor-faktor tersebut menimbulkan keragaman suku bangsa, bahasa, budaya, dan unsur lainnya.

Baca Juga: 5 Teori Komunikasi Massa, Punya Efek Besar Terhadap Masyarakat Loh!

Akulturasi Budaya

Meski budaya kita sangat beragam, akulturasi adalah bukti nyata bahwa bangsa kita menerapkan Bhinneka Tunggal Ika sejak dulu kala. Kok bisa? Yuk, kita bahas pengertian dari akulturasi budaya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, akulturasi budaya adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi. Dari sudut pandang antropologi, akulturasi budaya adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dalam suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu. 

Akulturasi kebudayaan terjadi karena masyarakat menilai bahwa hal baru tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Lalu, unsur-unsur kebudayaan asing tersebut diolah kembali ke dalam kebudayaan masyarakat tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya itu sendiri.

Akulturasi budaya bisa terjadi dalam seluruh kehidupan masyarakat, dari segi ekonomi, bahasa, teknologi, agama, kesenian, ilmu pengetahuan, bahkan hingga kuliner. 

Kamu pasti tahu mie, kan? Makanan yang sangat populer ini memang berasal dari Tiongkok, dibawa oleh para perantau Tionghoa yang bermukim di Indonesia sejak berabad-abad lalu. Namun, citarasa dan varian mie di Indonesia sangat beragam, hampir tiap daerah punya versi sendiri. 

Mie Aceh contohnya, makanan khas Aceh ini merupakan perpaduan dua kultur luar Indonesia yaitu India dan Tiongkok, berpadu dengan citarasa lokal Aceh. Mie merupakan makanan Tionghoa, tapi rasa kari dari mie Aceh yang kaya rempah serta penggunaan daging kambing merupakan pengaruh kuliner India.

Akulturasi Budaya Di Masyarakat Indonesia Cukup Banyak Loh!
  1. Masjid Cheng Ho di Semarang, Jawa Tengah adalah perpaduan budaya Jawa, Tiongkok, dan agama Islam
  2. Candi Borobudur di DI Yogyakarta merupakan tempat ibadah umat Buddha yang menggunakan gaya seni pahat lokal
  3. Wayang kulit. Kisahnya dari India, tapi wayangnya asli Indonesia, bahkan ditambah beberapa tokoh kearifan lokal seperti para Punakawan (Semar, Gareng, dan Petruk).
  4. Bahasa Sansekerta sangat kuat pengaruhnya dalam bahasa Jawa
  5. Penyerapan Bahasa Belanda juga banyak masuk ke dalam bahasa Indonesia (handuk, kabel, kulkas, wortel, sepur, dan lain-lain)
  6. Masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, merayakan Hari Thanksgiving (pengucapan syukur) setiap tahun
  7. Lagu Denpasar Moon, penulisnya musisi Inggris bernama Colin Bass, dan populer berkat penyanyi Filipina bernama Maribeth, dan memadukan suling serta kendang dengan irama pop.

Keren dan uniknya kebudayaan di Indonesia bukan? Kamu tertarik untuk mempelajari seni dan kebudayaan Indonesia, kamu bisa memilih jurusan dan universitas terbaiknya di goKampus ya! Mudahnya daftar kuliah di goKampus, tinggal upload rapor, 1 jam diterima. Klik di sini dan cari tahu kemudahannya.

Oh iya, goKampus juga menyediakan ruang untuk upgrade skill kamu untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja saat ini ya! Melalui program kelas online, kamu bisa mendapatkan sertifikat bonafide sebagai bukti kualitas kamu agar bisa join di perusahaan ternama. Yuk, pilih kelasnya di link ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *