Strategi catur ala The Queen's Gambit
Upskill

Strategi Catur The Queen’s Gambit yang Menginspirasi

Ingat serial The Queen’s Gambit yang sempat viral di Netflix? Kisahnya berlatar pada 1960-an, dengan tokoh utama Beth Harmon, seorang perempuan jenius catur yang memiliki ketergantungan terhadap alkohol dan obat-obatan. Judulnya diangkat dari salah satu strategi populer pada permainan catur. Yuk, kita bahas strategi catur Queen’s Gambit.

Dalam serial The Queen’s Gambit, Beth kerap menggunakan strategi pembuka Queen’s Gambit untuk menghadapi dan memenangkan pertandingan catur dengan lawannya. Ini menyebut gadis yang diperankan aktris Anya Taylor-Joy ini dijuluki sebagai Queen’s Gambit.

Sebagai salah satu strategi pembuka pada permainan catur, strategi Queen’s Gambit sangat berisiko. Pion yang ada di depan raja dijalankan dua langkah ke kotak D4 untuk dikorbankan. Loh, kok jahat?

Baca Juga: Tips Bermain Catur untuk Pemula, Ternyata Cukup Mudah

Pengorbanan ini dilakukan agar ratu bisa bergerak sedari awal permainan. Tujuannya adalah menguasai bagian tengah papan catur di awal pertandingan, sehingga lawan terdesak. 

Strategi catur Queen’s Gambit bisa berjalan karena Ratu merupakan bidak terkuat. Ratu (dalam bahasa Indonesia, kadang ratu disebut sebagai “menteri”) bisa melangkah ke mana saja, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, dan juga secara diagonal, tentunya selama ruang pada kotak catur masih terbuka. 

Meski strategi ini bisa menjadi efektif, pecatur yang menggunakan The Queen’s Gambit tidak boleh lengah dalam menjalankan pertahanan di bagian tengah. Jika kamu lengah dalam pertahanan, bisa jadi lawan akan segera memanfaatkannya dan strategi Queen’s Gambit jadi senjata makan tuan untukmu.

Strategi ini bisa kita bilang sangat sesuai dengan karakter Beth Harmon. Pada umur 8 tahun, Beth kehilangan ibunya dalam sebuah kecelakaan mobil. Ini membuat Beth harus masuk panti asuhan. Di sana, ia diajari catur oleh Mr. Shaibel, salah satu pengurus gedung. 

Di panti asuhan, Beth diberikan obat penenang. Pada tahun 1950-an yang menjadi latar awal kisah ini, anak kecil diberi obat penenang masih merupakan hal yang wajar. Tapi akibatnya Beth jadi kecanduan hingga ia dewasa pada era 1960-an. 

Penggunaan obat penenang juga membuat Beth mampu melatih visualisasi terhadap strategi catur dan pergerakan pemain. Ia menjadi kuat dan mampu memenangi banyak permainan catur hingga menjadi professional.
Serial ini memunculkan kembali minat anak muda terhadap permainan catur. Bagaimana, kamu juga tertarik belajar catur? Untuk sekarang, kamu bisa mulai dari belajar kelas-kelas yang berhubungan dengan itu. Misal, kelas algoritma ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *