mahasiswa
goKampus Tips Belajar Upskill

Kupas Tuntas Perbedaan Psikiater Dan Psikolog

Mungkin beberapa dari kamu yang pengen masuk ke jurusan psikologi masih belum bisa membedakan, kira-kira apa sih perbedaan psikolog dan psikiater? Padahal untuk kamu calon mahasiswa yang berencana ingin masuk ke jurusan psikologi, penting banget untuk mengetahui perbedaan kedua hal ini.

Nah, buat kamu yang masih bingung perbedaannya apa aja, goKampus akan kupas tuntas secara mendalam perbedaan psikolog dan psikiater. Simak yuk!

Sebelum kita membahas tentang perbedaan psikolog dan psikiater, ada baiknya kalau kamu paham dulu apa sih ilmu psikologi itu. Ilmu psikologi bisa diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini bertujuan untuk bisa memahami bagaimana seseorang bisa merasakan, berpikir, dan bertindak tentang suatu hal. 

Selain itu, ilmu psikologi memiliki banyak kegunaan yang bisa diaplikasikan dalam berbagai sektor kehidupan. Nah, dari hal ini ilmu psikologi bertujuan untuk memberikan alternatif bagi seseorang dalam menjalani kehidupannya, salah satunya adalah melalui pemikiran yang berbagai aliran psikologi yang ada di dalamnya. Itulah mengapa kebenaran dalam ilmu psikologi itu gak mutlak.

Ilmu psikologi sering dikenal sebagai jurusan kuliah yang cukup mudah, makanya gak heran kalo jurusan ilmu psikologi merupakan salah satu jurusan yang paling diminati oleh para pelajar di Indonesia, bahkan setiap tahunnya peminatnya selalu nambah loh guys!

Alasannya pun beragam, mulai dari yang sudah terbiasa mengamati perilaku orang lain sampai materinya gampang untuk yang kuat hafalannya. Padahal, belajar ilmu psikologi membutuhkan seluruh pemahaman yang tinggi, dan materinya juga ada hitungannya loh!

Ilmu psikologi juga bukan sebatas akal sehat aja nih. Ilmu psikologi merupakan sesuatu yang ilmiah yang bisa diteliti secara adil dan objektif. Wah menarik banget kan? Nah kalau kamu sudah mulai memahami tentang jurusan ilmu psikologi, yuk kita lanjut bahas apa sih perbedaan psikolog dan psikiater.

Baca Juga: Cari Tau Prospek Kerja Psikologi Di Dunia Kerja

Mungkin ada banyak yang tidak mengetahui bahwa psikolog dan psikiater adalah dua profesi berbeda karena keduanya sama-sama menyediakan pelayanan terapi. Padahal, psikolog dan psikiater memiliki perbedaan konten dan ruang lingkup yang cukup luas. 

Dilansir dari VeryWell Mind, Psikiater merupakan dokter medis yang dapat memberikan resep obat. Hal ini dilakukan secara bersamaan dengan pemberian psikoterapi meskipun adanya intervensi medis dan farmakologi sering menjadi fokus mereka.

Nah, sedangkan kalau psikolog, meskipun kalau kamu terus belajar psikologi sampai S3 kamu bakal memiliki gelar doktor psikologi, tapi bukan berarti seorang psikolog adalah seorang dokter medis. Sebagian besar psikolog gak bisa memberikan resep obat. Para psikolog hanya menyediakan psikoterapi.

Biasanya secara umum ada tiga perbedaan utama antara psikiater dan psikolog yaitu, yang pertama adalah dokter medis sementara psikolog bukan dokter medis. Yang keda, psikiater bisa memberi resep obat sedangkan psikolog gak bisa.

Yang ketiga, psikiater bisa mendiagnosis penyakit, memberikan perawatan dan menyediakan berbagai terapi untuk penyakit mental yang serius. Sedangkan, psikolog hanya fokus untuk membantu pemberian psikoterapi untuk membantu pasien.

Ada perbedaan-perbedaan lainnya secara lebih spesifik dilansir dari Your Health Mind. yaitu:

1. Pendidikan dan Pelatihan

Perbedaan psikolog dan psikiater dari segi pendidikan dan pelatihan pun juga memiliki perbedaan. Psikiater adalah dokter medis dengan setidaknya 11 tahun pelatihan. Dari tahap awal, mereka mengambil gelar kedokteran di universitas. Selanjutnya, mereka menghabiskan waktu 1 atau 2 tahun pelatihan sebagai dokter umum.

Untuk memperoleh gelar psikiater, mereka juga harus menyelesaikan setidaknya 5 tahun pelatihan di dalam diagnosis dan perawatan penyakit mental.  Sementara psikolog memiliki setidaknya 6 tahun pelatihan di universitas dan pengalaman di bawah pengawasan. Mereka juga dapat memiliki kualifikasi tingkat Master atau Doktor dalam bidang psikologi. Jika mereka memiliki gelar Doktor (PhD), seorang psikolog dapat menyebut diri mereka ‘Dr’, tetapi mereka bukan dokter medis.

2. Segi Perawatan

Psikiater dapat menyediakan berbagai macam perawatan, sesuai dengan masalah tertentu dan apa yang akan bekerja paling baik. Ini termasuk obat, perawatan medis umum, termasuk memeriksa kesehatan fisik Anda dan efek dari pengobatan serta perawatan psikologis dan terapi stimulasi otak seperti terapi electroconvulsive (ECT).  Sementara, psikolog fokus pada penyediaan perawatan psikologis.

3. Kondisi yang dirawat

Psikiater cenderung memperlakukan orang yang memerlukan pertimbangan medis, psikologis dan sosial. Ini biasanya orang dengan kondisi kompleks, misalnya depresi berat, skizofrenia, hingga gangguan bipolar. Seseorang yang telah mencoba bunuh diri atau memiliki pikiran untuk bunuh diri biasanya akan dilihat oleh seorang psikiater. 

Sementara, psikolog lebih cenderung melihat orang dengan kondisi yang dapat dibantu secara efektif dengan perawatan psikologis. Ini mungkin termasuk masalah perilaku, kesulitan belajar, depresi dan kecemasan. 

4. Cara berkonsultasi

Untuk menemui psikiater Anda memerlukan rujukan dari dokter umum Anda. Sementara untuk menemui psikolog, Anda tidak perlu rujukan. Namun, di Australia dokter umum dapat merujuk Anda ke psikolog sebagai bagian dari Rencana Perawatan Kesehatan Mental.

Kira-kira kalo kita para pelajar ingin ambil kuliah di ilmu psikologi, bagusnya di universitas mana ya di Indonesia?Jawabannya cuman satu nih yaitu di Universitas Tarumanagara aja! Universitas Tarumanagara sudah terjamin banget loh karena program studi ilmu psikologinya sudah mendapatkan akreditasi A.

Nah, ilmu psikologi UNTAR merupakan fakultas kelima yang dimiliki oleh UNTAR. Nah program ilmu psikologi ini sudah mulai digunakan pada fakultas ekonomi, fakultas hukum, fakultas teknik jurusan arsitektur, dan fakultas kedokteran yang sudah memiliki mata kuliah pengantar psikologi. 

Untuk fakultas ilmu psikologi UNTAR sendiri pun juga memiliki berbagai fokus yang terbagi ke dalam beberapa bagian nih, yang pertama ada entrepreneurship, yang dimana mahasiswa ilmu psikologi UNTAR diharapkan bisa memiliki kemampuan dan kesediaan untuk menghasilkan sebuah karya atau beberapa temuan yang dilandasi oleh pola pikir kreatif dan inovatif yang bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu psikologi yang bisa membawa manfaat bagi masyarakat.

Yang kedua adalah professional, nah mahasiswa fakultas ilmu psikologi diharapkan memiliki profesionalisme untuk senantiasa melakukan tugas-tugasnya secara kompeten dengan memperlihatkan sikap kerja yang positif, seperti bertanggung jawab, berinisiatif, menjalin kerja sama, dan bisa memberikan pelayanan prima bagi semua pihak yang membutuhkan.

Yang ketiga adalah integrity, integritas bagi mahasiswa fakultas psikologi UNTAR adalah mahasiswa senantiasa untuk bertindak konsisten sesuai dengan peraturan atau kebijakan kode etik. Dan integritas ini juga mencerminkan adanya pemahaman dan kesediaan untuk bertindak secara konsisten sesuai dengan ucapan atau nilai moral. 

Gimana nih menurut pendapatmu tentang perbedaan psikolog dan psikiater? Sudah bisa membedakan kan? Nah, kamu bisa klik  halaman ini untuk informasi lebih lanjut ya. Jangan lupa, download aplikasi goKampus di Google Play dan App Store, karena ada banyak informasi tentang dunia perkuliahan! #pastibisakuliah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *