Curriculum Vitae (CV) atau dalam bahasa Indonesia berarti Riwayat Hidup merupakan cara untuk memperkenalkan diri kamu secara tertulis kepada seseorang yang tidak mengenal, seperti apa, dan bagaimana tentang dirimu. Untuk itulah menulis CV harus informatif dan ringkas.

Tujuan penulisan CV tidak hanya diperlukan untuk melamar suatu pekerjaan saja, tetapi juga sebagai salah satu syarat yang harus dilampirkan saat mendaftarkan diri pada program beasiswa kuliah.

Baca Juga: 3 Tips Menulis Motivation Letter Beasiswa Kuliah

Pihak penyedia beasiswa atau sponsor umumnya akan menerima lebih dari ratusan bahkan hingga ribuan data peserta dengan berbagai latar belakang. Tentunya mereka tidak memiliki waktu banyak untuk melihat seluruh CV dengan lebih mendetail.

CV yang terlihat menarik tentunya memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk lolos tahap seleksi administrasi beasiswa. Sebaliknya, CV yang kurang menarik dari segi tampilan dan informasi yang disampaikan terlalu mendetail, maka kemungkinan besar akan dilewatkan begitu saja alias tidak lolos.

Satu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa setiap orang akan mempersiapkan CV dengan sebaik mungkin. Sehingga, dengan melampirkan CV yang menarik tidak hanya secara kasat mata tapi informasi yang disampaikan juga mudah dipahami, maka akan memberikan kesan tersendiri bagi reviewer beasiswa kuliah.

Lantas, bagaimana caranya untuk menghadirkan CV menarik sekaligus informatif? Berikut ini 3 tips yang patut untuk kamu perhatikan.

Jangan Sampai Typo

Tips pertama yang paling mendasar dalam penulisan CV untuk beasiswa kuliah maupun melamar pekerjaan adalah jangan sampai typo atau salah huruf dalam kata. Mungkin ini terlihat sepele. Namun penting untuk diingat bahwa ini adalah hal yang penting.

Typo dalam hal ini tidak hanya salah huruf dalam kata, dimana akan bermakna lain, tapi juga salah dalam memilih diksi. Tidak hanya itu, kesalahan juga umumnya terjadi dalam tata bahasa dan tanda baca.

Kesalahan-kesalahan tersebut terlihat kecil dan sepele, namun dampak yang diberikan begitu besar. Secara sederhana, pihak penyedia beasiswa akan menilai bahwa hal sepele saja diabaikan, lantas bagaimana dengan hal yang jauh lebih besar.

CV harus menarik bukan berarti dibuat secara sembarangan. Penting untuk memilih perpaduan warna yang cocok, tidak menggunakan kalimat yang terlalu panjang. Cukup menulis poin-poin dari catatan hidup.

Satu CV Bukan Berarti Untuk Semua Kalangan

Tidak sedikit yang menganggap bahwa satu CV itu sudah cukup. Dengan kata lain, satu CV untuk semua keperluan dan kalangan. Padahal perlu diketahui bahwa menjadi hal yang penting untuk memahami kepada siapa CV dialamatkan.

Begitu juga untuk mengajukan program beasiswa kuliah. Penting untuk mengetahui seperti apa yang dicari oleh pihak penyedia beasiswa. Mudah untuk mengetahui hal tersebut, yakni dengan membaca visi misi dan tujuan bantuan dana pendidikan tersebut.

Dari poin-poin tersebut, kamu akan dapat menyimpulkan kriteria seperti apa yang sebenarnya tengah dicari oleh sponsor, dalam hal ini pihak beasiswa. Kemudian, list bagian mana yang ada pada diri kamu untuk dituliskan pada CV. Dengan begitu, apa yang ada di dalam CV kamu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh sponsor.

Selain itu, alangkah baiknya untuk tidak mencantumkan hal-hal yang tidak relevan dengan apa yang diharapkan oleh sponsor. Menampilkan banyak hal yang sudah kamu lakukan mungkin saja akan berakhir baik. Akan tetapi perlu diingat bahwa jika hal tersebut tidak ada hubungannya dengan program beasiswa, maka hanya akan membuang-buang ruang pada CV.

Download aplikasi goKampus di Google Play Store dan App Store di smartphone-mu sekarang juga! Raih kesempatan untuk kuliah gratis dengan ragam program beasiswa kuliah yang tersedia pada aplikasi goKampus. Selain itu, pendaftaran kuliah pun jauh lebih hemat hingga 80%. Ragam informasi seputar dunia perkuliahan pun tersaji, mulai dari acara kampus, dana pendidikan hingga kerja magang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like